PERILAKU BULLYING DI LINGKUNGAN SEKOLAH
BY: ITO RYO ONO
Bullying (
penindasan, perundungan, perisakan, atau pengintimidasian) merupakan
penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik. Hal ini dapat mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu, mungkin atas dasar ras, agama, gender, seksualitas, atau kemampuan. Tindakan penindasan terdiri atas empat jenis, yaitu secara emosional, fisik, verbal, dan cyber.
Budaya penindasan dapat berkembang di mana saja selama ada interaksi antar manusia, dari mulai di sekolah, tempat kerja, rumah tangga, dan lingkungan. Selain di berbagai tempat, bullying juga terjadi pada berbagai kalangan dan usia. Ini dibuktikan dengan maraknya anak-anak sekolah dasar yang sudah mulai sering melakukan bullying kepada sesama temannya. Entah para anak-anak itu menyadari bahwa mereka sedang melakukan tindakan bullying atau tidak. Karena mereka masihlah anak-anak kebanyakan dari mereka belum mendapat pelajaran secara jelas tentang apa bullying dan dampaknya.
Perilaku bullying yang telah marak ini harus mendapat perhatian lebih karena dapat berdampak negatif bagi generasi mendatang. Berikut ini beberapa dampak negatif bagi korban bully:
- Penurunan prestasi akademis.
- Sulit berkonsentrasi.
- Tidak percaya diri, pemalu, tidak mampu menyampaikan pendaptnya dan cenderung mengikuti kemauan orang lain.
- Sakit berkelanjutan & sulit tidur.
- Sensitif, murung, was-was, takut, cemas, gelisah, tak aman, minta didampingi ke tempat-tempat tertentu di mana dia telah mengalami perundungan sebelumnya.
- Memiliki pemikiran bunuh diri.
Dampak negatif tidak hanya berlaku pada korban bully namun juga berlaku pada pelaku bullying, berikut beberapa dampak negatifnya:
- Berpotensi berkembang menjadi pribadi anti-sosial.
- Merasakan kecemasan, gelisah, kesepian, impulsif dan tertekan hingga mereka dewasa.
- Beresiko memiliki pemikiran bunuh diri (suicidal thought) dan depresi.
Dengan adanya dampak-dampak buruk diatas maka kita harus menemukan cara mengatasi bullying ini. Berikut cara mengatasi perilaku bullying:
- Tingkatkan keberanian dan rasa percaya diri (jangan terlihat lemah).
- Ceritakan pada orang yang dapat dipercaya (terutama orang dewasa).
- Abaikan dan jauhi pelaku bullying.
- Memberikan pengetahuan pada anak tentang bullying sejak dini.
Setelah membaca apa yang telah dijabarkan diatas sangat jelas
bahwa bullying menimbulkan dampak
yang negatif, bukan hanya bagi korban namun juga bagi pelakunya. Dampak negatif
itu juga berkemungkinan untuk terbawa hingga dewasa. Sebab itulah, bullying harus
kita jadikan sebagai salah satu permasalahan bersama dan menjadi tanggung jawab
bersama.
Anak-anak yang harusnya memiliki masa depan yang cerah, tidak
seharusnya hancur akibat bullying di masa mudanya. Karena itu,
orang tua, guru dan masyarakat hendaknya bersama-sama berperan dalam kehidupan
sekolah anak-anak untuk menghindari terjadinya tindakan bullying terutama
dilingkungan sekolah yang seharusnya menjadi tempat untuk mereka belajar.
Source:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar