Jumat, 26 November 2021

ANALISA BISNIS BERDASARKAN METODE SWOT

 Analisa Bisnis berdasarkan SWOT 

Assalamualaikum WR. WB. 
Kembali bersama saya Pradito kali ini kita akan membahas tentang analisis SWOT berdasarkan tahapan penentuan strateginya, berlama-lama langsung saja dibawah ini.



SWOT   

 Untuk sebuah memulai sebuah bisnis diperlukan analisis untuk kelebihan, kekurangan, peluang, dan ancaman pada bisnis yang akan dimulai. Karena kita haarus melakukan analisis kemungkinan yang ada maka kita akan menggunakan metode analisis SWOT. Metode analisis SWOT adalah teknik perencanaan strategi yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek termasuk bila kita akan memulai bisnis.

    Dalam analisis SWOT terdapat poin-poin utama yang harus kita perhatikan sebagai dasarnya. Poin pertama adalah kekuatan (strength) yang menjadi kekuatan/ kelebihan bisnis anda dibandingkan kompetitor. Poin kedua ada kelemahan (weakness) yang menjadi kekurangan/ kelemahan yang dimiliki bisnis anda. Poin ketiga ada peluang (opportunities) yang merupakan peluang untuk pengembangan usaha  anda. Poin keempat ada ancaman (threats) ancaman yang dapat membatasi hingga menggagalkan bisnis anda.


TAHAPAN PENENTUAN STRATEGI SWOT

        Setelah penjelasan singkat tentang SWOT diatas mari kita lanjutkan pada contoh tahapan penentuan strategi SWOT.

    Pada kesempatan kali ini saya akan menjabarkan dengan bisnis tanaman hias. Bisnis ini akan memfokuskan untuk menjalankan bisnis dengan menjual tanaman seperti lidah mertua, lili perdamaian, palem kuning, sirih gading, dan pohon dolar lalu juga akan bunga-bungaan seperti bunga mawar, bunga melati, dan bunga sepatu. Untuk tambahan bisnis ini juga akan menjual pot-pot untuk menata dan membudidaya tanaman hias.

Berdasarkan pada tahapan penentuan strategi SWOT maka strategi yang akan kita gunakan kali ini seperti pada tabel berikut:

 

STRENGHTS

+Lokasi saya lebih dekat dengan konsumen di bandingkan kompetitor karena berada di dalam kompleks.

+Lokasi saya yang ada di jalan utama keluar-masuk komplek.

+Hubungan dengan warga komplek yang telah ada mendukung proses pemasaran.

WEAKNESS

-Mobilitas yang terbatas karena masih memiliki kegiatan utama lain.

-Pengetahuan tentang jenis tanaman yang masih terbatas.

OPPORTUNITIES

+Peluang untuk menjual produk lain dalam lingkup tanaman hias seperti dengan menjual tanah, pupuk, dan menambah jenis tanaman hias.

+Menerima permintaan mencari tanaman yang diinginkan konsumen.

S-O

Dengan kekuatan yang saya miliki saya mampu menggunakan hubungan yang saya miliki untuk memperluas bisnis ke lingkup ruang yang lebih luas dengan promosi dari mulut ke mulut. Dan mempromosikan kepada orang-orang yang lewat keluar dan masuk komplek.

W-O

Dengan peluang yang saya miliki akan mampu memberikan menutupi mobilitas yang masih kurang. Dan dengan menambahkan produk sehubungan dengan tanaman maka akan menambah pengetahuan yang masih kurang.

THREATS

-Terdapat beberapa kompetitor yang memiliki tanaman yang lebih banyak jenisnya.

-Kompetitor yang telah mempunyai pelanggan tetap yang termasuk target utama saya.

S-T

Dengan keunggulan saya, saya mampu menarik konsumen utama saya dengan penguasaan pasar di dalam komplek. Dan mencari jenis-jenis tanaman yang belum dimiliki oleh kompetitor.

W-T

Mengatur waktu antara kegiatan untuk bisnis dan kegiatan lainnya.

Mempelajari tentang perawatan tanaman dan tanaman yang porensial untuk dijual dan menarik konsumen.



Demikian penentuan strategi dalam analisis SWOT berdasarkan bisnis tanaman hias di kompleks perumahan yang saya jabarkan, mohon maaf bila ada kesalahan dalam pemilihan kata dan kalimat serta ketidak akuratan informasi. Kurang lebihnya mohon maaf dan terimakasih banyak. Wassalamualaikum WR. WB.




Selasa, 02 November 2021

LAPORAN HASIL MATERI WEBINAR PPUMI - 28 OKTOBER 2021

 Laporan Materi Dalam Webinar Forum Khadijah PPUMI - 28 Oktober 2021



I. PENDAHULUAN

   Saya Pradito Aryo, kali ini saya akan menyampaikan tentang materi dan diskusi yang disampaikan dalam kegiatan Forum Khadijah PPUMI yang dilakukan secara hybrid secara langsung dan melalui media Zoom dan Youtube. Kegiatan ini adalah hasil kerjasama dari banyak pihak, antara lain Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dari Kementerian Agama, Pemberdayaan Perempuan UMKM Indonesia (PPUMI), dan Bank Indonesia. Pada kesempatan itu, juga dijalankan High Level Policy Discussion (HLPD) dan Pelatihan Digitalisasi bagi UMKM secara Nasional. 

    Pada acara tersebut juga turut hadir dalam acara ini diantaranya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham, dan Komisaris Utama BSI Adiwarman. Sementara itu hadir secara daring diantaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak I Gusti Ayu Bintang Darmawati.


II. KEGIATAN SESI I (PELATIHAN)

II. Topik / Materi

    Materi yang akan saya sampaikan kali ini adalah topik yang dibawakan oleh bapak Dr. H. Mastuki HS., M.Ag. Materi yang beliau sampaikan pada saat itu berjudul "Ayo! Ikuti Program SEHATI (Sertifikat Halal Gratis) 2021. Pada awal penyampaiannya beliau menjelaskan secara singkat apa tujuan BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal)persyaratan-persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi halal, dan juga program SEHATI yang menjadi tema utama kali ini. Pak Mastuki menjelaskan bahwa sertifikasi halal tidak hanya harus dimiliki oleh pengusaha-pengusaha dari dalam negeri namun juga, pengusaha-pengusaha dari luar negeri yang menjalankan usaha di Indonesia mulai dari bahan baku, proses, hingga hasil produk jadi yang diedarkan wajib memiliki sertifikat halal.
    Pak Mastuki pada saat itu juga menekankan bahwa sertifikat halal ini janganlah hanya sebuah formalitas yang di wajibkan oleh undang-undang tetapi, jadikan itu implisit internal bagi pelaku usaha untuk menjamin produk yang dihasilkan itu bersih, higienis, aman, bergizi, dan setererusnya. Bila orientasi halal itu hanya formalistik saja maka tidak akan masuk pada jiwa dan substansinya. Karena pelaksanaan dari sertifikasi halal ini juga merupakan pelaksanaan dari kewajiban agama.
       Kewajiban sertifikasi halal ini baru berlangsung selama 2 tahun, dimana sebelumnya hanya bersifat sukarela. Maka kecenderungan memilih produk-produk halal belum dapat dikatakan baik di Indonesia. Karena, dengan masyarakat yang mayoritas muslim menjadi mudah percaya saja bahwa produk-produk yang dibuat dan dihasilkan oleh sesamanya merupakan produk halal. Dengan kecenderungan sebagai mayoritas maka perhatian pada produk halal menjadi kurang dibandingkan di negara-negara yang muslim sebagai minoritas seperti di Jepang Korea dan Thailand.
    Dengan telah dimulainya kewajiban sertifikasi halal, diharapkan mulai tahun-tahun sekarang mulai terjadi penyadaran dan edukasi halal. Dengan edukasi produk halal yang dilakukan berbagai elemen masyarakat dapat membangkitkan kesadaran halal dimasyarakat. Dan dampaknya pada masyarakat, konsumen, dan pengusaha akan mempengaruhi pada produk yang beredar akan didominasi produk halal yang dihasilkan oleh pengusaha yang memiliki kesadaran halal bukan sekedar formalitas.
    Dengan kalimat penutup disampaikan oleh Pak Mastuki produk halal adalah produk yang telah dipilih oleh mayoritas orang baik muslim maupun non-muslim karena produk halal dapat dimanfaatkan oleh semua orang dan semua agama ditambah dengan halalnya untuk orang-orang muslim.


Dr. H. Mastuki HS., M.Ag. (10.30)

III. KEGIATAN SESI II (DISKUSI)
III. 1. Isu / Topik / Kebijakan:
    Mengapa sertifikasi halal umurnya pendek (4 tahun) mengapa tidak dijadikan 5 tahun dan biaya perpanjangan sertifikasi halal cukup membebani UMKM?

kebijakan Pak Mastuki: 
   Jangka waktu sertifikasi halal sudah dipanjangkan dari sebelumnya oleh MUI 2 tahun lalu diperpanjang menjadi 4 tahun. Pada rentang 4 tahun ini biaya perpanjangan tetap seperti saat masih rentang 2 tahun dulu, menjadikan hal ini sudah efisien dari segi Pak Mastuki. Selain itu, BPJPH dengan pemerintah sedang merancang untuk adanya self declare, dengan beberapa syarat yang diberikan dengan pendampingan dan pengawasan dari BPJPH. 
Dr. H. Mastuki HS., M.Ag. (11.27) 


III. 2. Isu / Topik / Kebijakan:
   Di Maluku Utara untuk paket data internet (Telkomsel) yang banyak dipakai untuk membantu pengembangan bisnis dan SDM di Maluku Utara itu cukup mahal. Lalu untuk kualitas sinyal yang tidak stabil menghambat jalannya bisnis yang banyak dikembangkan via online.

Kebijakan Pak Darma:
    Untuk masalah sinyal yang tidak stabil akan langsung dihubungi dengan pihak (Telkomsel) yang bertugas untuk melakukan pengecekan dan perbaikan jaringan disana langsung pada hari itu juga. Untuk paket data internet yang mahal untuk UMKM pihak Telkomsel memiliki paket data internet yang diperuntukan untuk UMKM dimana setelah dilakukan konfirmasi akan ada paket internet khusus untuk UMKM yang disediakan dari Telkomsel.
Drs. Dharma Simorangkir (11.37)

IV. PENUTUP

    Sepanjang acara berjalan dengan cukup baik dan lancar dengan beberapa kendala teknis yang dapat cepat diatasi oleh panitia yang bertugas. Dengan dua sesi (pelatihan dan diskusi) yang sangat membantu untuk pengembangan pemilik UMKM dan calon-calon pebisnis masa depan yang menghadiri kegiatan ini. Narasumber yang dihadirkan pun memaparkan materi yang luar biasa membangun pengetahuan dasar dan lanjutan bagi peserta yang hadir termasuk diri saya sendiri. Dan sekian informasi yang saya sampaikan tentang kegiatan Forum Khadijah PPUMI, untuk kurang dan lebihnya saya mohon maaf terimakasih.


(Sertifikat bukti mengikuti kegiatan webinar)


ANALISA BISNIS BERDASARKAN METODE SWOT

 Analisa Bisnis berdasarkan SWOT  Assalamualaikum WR. WB.  Kembali bersama saya Pradito kali ini kita akan membahas tentang analisis SWOT be...